Lima (5) Amalan Ibadah untuk tetap Menjaga dengan Istiqomah Pasca Ramadhan disampaikan Oleh Ahmad Nur Mahfuda, M.Pd.I. Ketua Umum PARMUSI Kab. Jember - Jawa Timur, Dosen AIK Unmuh Jember (Ketua PRM Desa Kertonegoro) di Masjid Fii Dzil Quran PCM Jenggawah). Jum’at, 13 Syawal 1447 / 03 April 2026
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا
لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا
اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدُ الْأَمِيْنُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ إِلٰى يَوْمِ
الدِّيْنِ،
أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ
بِتَقْوَى اللّٰهِ حَقَّ تُقَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
قَالَ
اللّٰهُ تَعَالٰى:إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
صدق الله العظيم
Jamaah Jumat rahimakumullah...
Marilah kita tingkatkan ketakwaan
kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang mengantarkan pada
keridhaan Allah, takwa yang menjadi bekal terbaik dalam kehidupan di dunia dan
akhirat. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah Al Hasyr ayat
18 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ
نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا
تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada
Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr:
18)
Kaum Muslimin yang dirahmati
Allah...
Baru saja kita meninggalkan bulan suci Ramadhan, bulan penuh
berkah, ampunan dan rahmat Allah. Bulan di mana kita dilatih untuk menjadi
pribadi yang sabar, disiplin, dermawan, serta meningkatkan kualitas ibadah
kita. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah: Apakah semangat ibadah
yang telah kita bangun selama Ramadhan hanya bertahan satu bulan saja?
Janganlah menjadi hamba Ramadhan, tapi jadilah hamba Allah yang
konsisten dalam ketaatan sepanjang tahun. Ramadhan memang telah berlalu, namun
Rabb-nya Ramadhan, Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetap hidup dan mengawasi kita
setiap saat. Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan
yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, semangat beribadah
yang telah dirasakan selama Ramadhan hendaknya terus lanjutkan. Di antaranya:
Pertama, Menjaga shalat lima waktu
berjamaah di masjid
Salah satu bentuk ketaatan dan tanda kesungguhan seorang hamba
dalam menjaga hubungannya dengan Allah SWT adalah dengan menjaga shalat lima
waktu secara berjamaah di masjid. Shalat adalah tiang agama, ibadah pertama
yang akan dihisab di hari kiamat, dan merupakan pembeda antara orang beriman
dan orang munafik. Allah SWT berfirman dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 43 :
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ
الرّٰكِعِيْنَ
Artinya: "Dan dirikanlah
shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
Ayat ini memerintahkan tidak hanya menunaikan shalat, tapi juga
melakukannya bersama orang-orang yang rukuk—yaitu secara berjamaah. Rasulullah
SAW bersabda:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ
مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Artinya: "Shalat berjamaah
lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat."
(HR Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, mari tetap jaga
semangat Ramadhan yang telah membiasakan shalat berjamaah di masjid atau dengan
keluarga atau jagalah sholat karena sholat akan jadi penolong dalam kehidupan
sekarang maupun akan datang. Jadikan sebagai kebiasaan harian, bukan musiman.
Langkahkan kaki ke masjid untuk meraih cinta Allah, keberkahan, dan balasan
surga. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ
رَاحَ أَعَدَّ اللّٰهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
Artinya: “Barangsiapa pergi ke
masjid di waktu pagi atau sore, maka Allah akan menyiapkan untuknya tempat
tinggal di surga setiap kali dia pergi di pagi atau sore hari.” (HR Bukhari dan
Muslim)
Kedua, membiasakan diri membaca
Alquran setiap hari
Alquran adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Ia adalah kalam
Allah yang diturunkan untuk menerangi hati, menuntun jalan, dan menjadi
penyembuh bagi jiwa. Oleh karena itu, membiasakan diri membaca Alquran setiap
hari adalah bentuk ibadah yang sangat mulia dan penuh keberkahan. Allah SWT
berfirman di dalam surat Al-Isra ayat 9 :
إِنَّ هَـٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي
لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
Artinya: “Sesungguhnya Alquran
ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus...” (QS Al-Isra: 9)
Dengan membaca Alquran setiap hari dapat menjaga hubungan ruhani
dengan Allah, menyejukkan hati, dan memperkuat iman. Bahkan Rasulullah SAW
bersabda:
اِقْرَؤُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ
يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya: “Bacalah Alquran,
karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacanya.”(HR
Muslim)
Jangan biarkan hari-hari berlalu
tanpa menyentuh kalamullah. Meskipun hanya satu halaman atau beberapa ayat,
rutinkanlah setiap hari. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa amalan yang paling
dicintai oleh Allah adalah yang rutin meski sedikit.
Kaum Muslimin yang dirahmati
Allah...
Ketiga, memperbanyak doa dan dzikir
Doa dan dzikir adalah amalan ringan di lisan, namun bernilai
besar di sisi Allah. Dengan berdoa menunjukkan ketundukan dan kebutuhan kepada-Nya
(Allah SWT). Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan hidup dalam cahaya iman.
Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam surah Al Baqarah ayat 152 :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya: “Ingatlah kepada-Ku,
niscaya Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian
mengingkari-Ku.”.
Dan dalam ayat lain, Allah juga menegaskan:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ
قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Orang-orang yang
beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS Ar-Ra’d: 28)
Rasulullah SAW pun sangat menekankan pentingnya dzikir. Beliau
bersabda:
لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا
مِنْ ذِكْرِ اللّٰهِ
Artinya: “Hendaklah lisanmu
senantiasa basah dengan mengingat Allah.” (HR Tirmidzi, hasan sahih).
Dan tentang doa, Rasulullah SAW bersabda:
اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
Artinya: “Doa adalah inti
ibadah.” (HR Tirmidzi, shahih)
Mari sempatkan Berdo’a dan memohon kepada Allah SWT usai sholat
atau setiap saat untuk berdoa kepada Allah setip saat atau tempat.
Keempat, puasa sunnah, seperti
Senin-Kamis atau puasa enam hari di bulan Syawal; Berkaitan dengan ini
Rasulullah SAW pernah bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ
أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barangsiapa
berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka
seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)
Kelima, menjaga akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadhan telah melatih kita untuk meninggalkan dosa dan maksiat.
Jangan sampai setelah Ramadhan, kita kembali ke dalam kelalaian dan
kemaksiatan. Allah ﷻ berfirman di dalam
surat An Nahl ayat 92 :
وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي
نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا
Artinya: "Dan janganlah
kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan kembali benangnya yang sudah
dipintal dengan kuat..."
Ayat ini mengingatkan agar tidak membatalkan amal shalih dengan
kemaksiatan dan kelalaian setelah Ramadhan.
Kaum Muslimin yang dirahmati
Allah...
Mari jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju
kehidupan yang lebih bertakwa. Jangan biarkan semangat ibadah padam hanya
karena bulan Ramadhan telah pergi. Jadikan setiap hari seolah-olah berada di
bulan Ramadhan, dengan hati yang bersih, ibadah yang istiqamah, dan semangat
ketaatan yang membara. Allah Subhanahu wata’ala berfirman di dalam surah
Fussilat ayat 30 :
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
Artinya: “Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap
istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):
Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu
dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita di bulan
Ramadhan, dan memberikan kekuatan kepada kita untuk terus menjaga semangat
ibadah hingga akhir hayat. Aamiin yaa
Rabbal ‘aalamiin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ،
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ ,أَقُوْلُ هَذَا الْقَوْلَ ، وَأَسْتَغْفِرُ
اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا،
تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا
وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا
وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي
الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah.
Pada
Kesempatan Khutbah ke-2 ini, mari ungkapkan rasa syukur hanya kepada Allah SWT
dalam keadaan apapun dan setiap saat Allah sebagai sandaran hidup baik masa
kini maupun masa akan datang, semoga Allah selalui meridhai dalam segala
perjalanan hidup. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda nabi
Muhammad SAW karena keteladalanan beliau selalu membawa kebermanfaatan setiap
saat baik untuk diri sendiri dan bahkan untuk mahluk lainnya maka jadikan
ittiba’ baginda nabi sebagai rahmat seluruh alam. Pribadi Muslim yang baik
selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT yaitu orang yang taat kepada
perintah Allah SWT dan Tunduk apa yang dilarang oleh Allah SWT, maka dari itu
jadikan pribadi Muslim Muttaqien.
Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh pasca ramadhan untuk menjaga konsistensi ibadah yang telah terbangun di bulan Ramadhan kemarin: 1). Menjaga shalat lima waktu berjamaah, 2). Membiasakan diri membaca Al Quran, 3). Memperbanyak doa dan dzikir, 4). Meningkatkan Puasa sunnah, dan 5). Menjaga akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ
الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا
مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ
الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ
شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ
الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ
قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً،
إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُ
لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ …
عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُ
0 Komentar